Gara-Gara Polwan Cantik, Buruh yang Demo di DPRD Jatim jadi Gagal Fokus


Merdeka.com – Gara-gara Polwan-polwan cantik membawa poster saat menghadapi aksi demonstrasi, para pendemo pun sempat gagal fokus. Mereka lebih memperhatikan para Polwan tersebut ketimbang berorasi.

Hal ini lah yang terjadi saat aksi demonstrasi buruh di Kantor DPRD Jatim. Saat rombongan ratusan para buruh tersebut tiba, mereka awalnya langsung berorasi. Namun saat itulah salah satu orator aksi sempat bingung. Dari mobil komando ia sempat berceletuk, apakah para polisi ini sedang demo.

“Ini polisinya sedang demo atau bagaimana nih kok pada bawa poster,” ujarnya dari mobil komando, Rabu (2/10).

Tak perlu jawaban, sang orator pun kembali melanjutkan orasinya. Dalam orasinya itu, korlap aksi menyebutkan beberapa tuntutan, di antaranya penolakan atas kenaikan iuran BPJS, penolakan terhadap revisi PP 78 Tahun 2015 serta penolakan terhadap revisi UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Gagal fokusnya para demonstran ini rupanya sempat menjadi perhatian Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Ia pun tersenyum saat para demonstran itu gagal fokus lantaran kehadiran para Polwan berposter itu.

“Para pendemo senang dengan Polwan kita, banyak yang minta foto selfie, bahkan jadi gagal fokus, dan ini sangat baik sekali,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan ‘mendinginkan’ suasana oleh pasukan Asmaul Husna dan polisi membawa poster yang berisi imbauan ini, akan dijadikannya sebagai pilot project untuk polres-polres jajarannya di Jawa Timur dalam menghadapi para demonstran.

“Ini akan dijadikan pilot project bagi yang lainnya, yang jelas untuk seluruh jajaran polres di Jatim harus melakukan hal yang sama. Ini akan kita laporkan pada bapak Kapolri,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Jatim, Kusnadi yang menemui pendemo mengatakan, bahwa sesuai dengan hasil pertemuan antara pihaknya dengan perwakilan para buruh, disepakati beberapa tuntutan.

Di antaranya sepakat untuk membentuk perda jaminan pesangon dimasukkan dalam prolegda Jatim, serta sepakat segera membentuk badan pengawas rumah sakit.

“Tidak perlu menunggu sampai 2020 untuk mewujudkan tuntutan ini. Sebisa mungkin, secepat mungkin kita wujudkan tuntutan ini,” ujarnya disambut teriakan para buruh.

Usai mendengarkan jawaban ketua dewan ini, demonstrasi ratusan buruh dari berbagai wilayah di Jatim ini pun langsung membubarkan diri secara tertib. [ded]

sc:
https://www.merdeka.com/peristiwa/gara-gara-polwan-cantik-buruh-yang-demo-di-dprd-jatim-jadi-gagal-fokus.html